Hari ini iPhone Xs, Xs Max, dan Xr mulai dijual resmi di authorized reseller seperti iBox, Story-i, dll — dan di satu sisi berbagai lapak online udah cukup lama jualan iPhone yang tidak resmi masuk Indonesia. Lalu apa sih perbedaan iPhone resmi dan tidak resmi, dan sebaiknya pilih yang mana? Tonton penjelasan lengkapnya disini:

NB: Subscribe Kepoin Tekno untuk tips dan info tekno menarik setiap hari

Oke disini kita bakal bahas semua ya, mulai dari perbedaan device nya, garansinya, harganya, sampai experience nya.

Harga

Pertama dari sisi harga, iPhone yang resmi masuk ke Indonesia dan dijual resmi di authorized reseller seperti iBox, story-i, infinite, dll harganya lebih mahal. Ini karena memang butuh biaya besar untuk memasukkan iPhone secara resmi ke Indonesia. Ada bea cukai, pajak, serta serta berbagai cost lainnya. Selain itu Authorized reseller juga selalu punya toko offline dengan banyak team support, sales, dll yang tentunya juga meningkatkan harga jual dari iPhone resmi ini.

Harga iPhone resmi juga cenderung stabil dan gak turun-turun sampai ada iPhone versi baru lagi yang masuk ke Indonesia di tahun berikutnya.

Sebagai contoh nih iPhone Xs versi terendah, di iBox sekarang dijual dengan harga 20,5 jutaan rupiah — sedangkan kalo beli iPhone di seller non authorized harganya sekitar 17,3 jutaan rupiah.

Garansi

Kedua dari sisi garansi. iPhone resmi yang dijual di authorized reseller dicover garansi resmi yang bisa kamu klaim langsung di Indonesia. Sedangkan kalau iPhone tidak resmi, maka harus kamu klaim melalui bantuan dari sellernya.

Jadi misal sellernya ambil barang dari Singapore, maka kamu bisa klaim sendiri ke Apple Store Singapore atau minta tolong sellernya, untuk dibantu klaim kesana. Tentu ini jadi satu hal yang cukup merepotkan kalau iPhone yang kamu beli bermasalah.

Selain itu garansi iPhone yang dibeli resmi juga bakal 1 tahun dari saat pembelian, sedangkan untuk pembelian yang tidak resmi, beberapa ada yang memang belum aktif, tapi beberapa ada yang garansinya sudah jalan entah sebulan entah dua bulan. Jadi kamu harus selektif dalam memilih yang masih tersegel dan non aktif.

Dukungan Operator

Ketiga dari dukungan operator, ini kalo kamu beli iPhone resmi di Indonesia, maka iPhone kamu sudah dijamin support operator di Indonesia. Jadi kamu tidak perlu khawatir iPhone bermasalah setelah update ataupun restore.

Tetapi kalo kamu beli iPhone yang tidak masuk ke Indonesia secara resmi, kamu harus memastikan dulu bahwa unit yang kamu beli benar-benar support dengan operator di Indonesia, kemudian statusnya memang benar-benar Factory Unlock, karena pernah ada kasus juga, untuk unit iPhone dari region tertentu yang tidak factory unlock, iPhone bisa bermasalah setelah melakukan update ataupun factory reset. Jadi kamu wajib untuk selektif.

Steker

Keempat dari steker atau colokan chargernya. Kalo kamu beli iPhone resmi di Indonesia, maka kamu dapet charger dengan colokan dua seperti ini, jadi sudah sesuai dengan socket listrik di Indonesia. Tetapi kalau kamu beli iPhone tidak resmi dari Indonesia, maka colokan charger bakal sesuai dengan negara asal iPhone. Misal kalo dari Apple Singapore maka colokan yang kamu dapet adalah yang seperti ini. Dan kamu perlu konverter agar bisa ditancepin ke socket listrik di Indonesia.

Panduan

Kelima, ini kalo kamu beli iPhone resmi maka didalamnya ada panduan dalam bahasa indonesia. Tetapi kalo beli yang tidak resmi, tidak ada panduan dalam bahasa indonesia, jadi misal beli unit dari Singapore, panduannya dalam bahasa inggris dan juga mandarin.

Experience Beli

Keenam ini dari experience sewaktu beli. Jadi kalo beli iPhone resmi di authorized reseller, kamu tinggal dateng aja ke store nya, bisa coba-coba unit demo nya, dan liat-liat mana yang cocok sebelum memutuskan beli. Begitu beli, iPhone bakal di-unboxing dan di cek langsung disana untuk memastikan kondisi 100% bagus, dan bisa kamu bawa pulang. Jadi aman dan terjamin banget.

Beberapa authorized reseller seperti iBox juga menyediakan penjualan online, yang meskipun kamu tidak datang langsung, tapi bisa lebih tenang dengan berbagai jaminan yang diberikan.

Tetapi kalau beli iPhone yang tidak resmi, maka kamu wajib selektif dalam memilih seller, memastikan barang yang dibeli benar-benar asli bukan rekondisi, kemudian memastikan sellernya responsif dalam pengiriman dan klaim garansi, serta harus benar-benar memperhatikan rating dan review pembeli kalo kamu beli secara online.

Terkadang ada juga perasaan was-was setelah membayar belasan juta dan iPhone tak kunjung datang. Apalagi kalo kamu baru pertama kali beli iPhone secara online di non-authorized reseller.

Jaminan Kualitas dan Keaslian

Ketujuh dari sisi jaminan kualitas dan keaslian. Beli iPhone resmi yang dijual di authorized reseller sudah terjamin keasliannya, baik iPhone nya ataupun aksesorisnya.

sedangkan kalau beli tidak resmi, maka lagi-lagi kamu harus selektif dalam memilih seller yang terpercaya beserta barang yang dijual. Memastikan unit iPhone masih segel greenpeel, bukan rekondisi, dan benar-benar baru dari Apple Store.

Kecepatan Masuk

Terakhir dari kecepatan masuknya ke Indonesia. iPhone resmi biasanya telat masuk ke Indonesia karena butuh proses untuk pengujian dan sertifikasi. Jadi biasanya baru hadir 2 atau 3 bulan dari tanggal perilisan resminya.

Sedangkan yang gak resmi, ini biasanya bisa langsung kamu beli di marketplace lokal hanya beberapa hari setelah rilis. Meskipun di awal-awal rilis harganya mengerikan ya.

Itulah 7 lebih perbedaan iPhone resmi dan tidak resmi. Lalu pertanyaannya, sebaiknya pilih yang mana. Tentu aja kalo ada budget saya sangat recommend beli yang resmi dari authorized reseller. Selain aman dan terjamin keasliannya, klaim garansinya juga bisa langsung di Indonesia. Tetapi harus kamu ingat bahwa selisih harganya bisa sampe 3 jutaan per unitnya.

Oke sampaikan aja di kolom komentar, kalo kamu lebih suka mana, beli iPhone resmi di authorized reseller atau beli yang tidak resmi dari seller online ataupun offline.