Tiap tahunnya, Google mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menjadi default search engine di iPhone.

Hal ini berdasarkan laporan keuangan tahunan Google yang didapat dari analis Bernstein, Toni Sacconaghi, melalui ped30, mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya Google membayar sekitar Rp 144 Triliun pada tahun 2020 untuk tetap menjadikan Google sebagai default search engine. Kini angka tersebut naik menjadi Rp 216 Triliun pada tahun 2021.

We now estimate that Google’s payments to AAPL to be the default search engine on iOS were ~$10B in FY 20, higher than our prior published model estimate of $8B. Recent disclosures in Apple’s public filings as well as a bottom-up analysis of Google’s TAC (traffic acquisition costs) payments each point us to this figure…

We now forecast that Google’s payments to Apple might be nearly $15B in FY 21, contribute an amazing ~850 bps to Services growth YoY, and amount to ~9% of company gross profits.

Lebih lanjut dari laporan tersebut, terdapat dua faktor yang bisa mencegah Google untuk menjadi default search engine kedepannya, yaitu:

  1. Regulasi yang mencegah kesepakatan antara dua perusahaan — dalam kasus ini adalah Google dan Apple.
  2. Google merasa harga kesepakatan menjadi terlalu mahal, hal ini membuat perusahaan lain yang mau membayar mahal bisa menggantikannya — Microsoft contohnya.

  ⚡️ HUAWEI SUPER DEVICE! Melihat Kecanggihan Laptop Huawei Terbaru  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.