Inilah Mitos-Mitos Tentang Mac – Part 1

Inilah Mitos-Mitos Tentang Mac – Part 1

1

Inilah Mitos-Mitos Tentang Mac - Part 1

Komputer Mac adalah komputer keluaran Apple yang sangat unik, karena komputer ini berbeda dari komputer pada umumnya. Salah satunya adalah penggunaan OS X sebagai sistem operasinya. Banyak pengguna baru Mac yang membeli Mac cuma karena ingin mencoba OS X atau hanya mengikuti tren saja. Tidak masalah sebenarnya.

Namun banyak juga yang memiliki segudang pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli Mac. Selain harga, tentu banyak sekali pertimbangan, hingga tercipta berbagai mitos tentang Mac itu sendiri. Mitos-mitos itu kebanyakan menghalangi mereka yang ingin mencoba Mac. Di antara segudang Mitos, ada beberapa mitos yang paling umum. Berikut adalah diantaranya :

 

Mahal

Harga sebuah komputer Mac memang tergolong mahal. Untuk sebuah Macbook Air dengan spesifikasi paling rendah saja harganya bisa lebih dari 13 Juta Rupiah. Harga tersebut bisa digunakan untuk membeli sebuah PC atau Laptop dengan spesifikasi yang jauh lebih tinggi.

Memang sih, bila kita hanya melihat harga saja, kita akan langsung berpikir bahwa semua komputer Mac sangat mahal. Apakah semahal itu?

Sebenarnya tidak juga. Jika kamu beli komputer Mac, kamu sudah mendapatkan sebuah mesin yang canggih dan indah, serta OS X yang sudah berisi berbagai macam aplikasi terinstall di dalamnya, sehingga saat kamu beli komputer Mac, kamu langsung bisa menggunakannya.

Baca Juga:  Review MacBook Pro untuk Developer iOS dan Android

Berbeda jika kita membeli sebuah komputer ataupun laptop Windows. Dengan harga sekitar 6-7 Jutaan saja, kita sudah bisa mendapatkan sebuah mesin yang memiliki spesifikasi yang sama atau lebih tinggi dari sebuah komputer Mac ataupun laptop MacBook.  Namun, apakah kita sudah mendapatkan Windows, Office, dan aplikasi-aplikasi pendukung lainnya? Sepertinya tidak.

Bila kita asumsikan bahwa semua yang kita miliki adalah produk asli (Original), maka kita sebenarnya harus membeli lisensi Windows lagi. Versi Windows versi konsumer terbaik saat ini adalah Windows 10 Pro yang harganya di Microsoft Store Online Indonesia harganya 3.8 Juta Rupiah. Lisensi tersebut belum termasuk Office.

Anggap saja kamu membeli Office paling murah yaitu Office 2016 Home & Student seharga 1.8 Juta, maka biaya tambahan yang harus kamu keluarkan adalah 1.8Jt + 3.8Jt = 5.6 Juta. Asumsikan mesin laptop yang berkualitas bagus seharga 7 Jt, maka kamu harus membayar 7Jt + 5.6Jt = 12.6 Juta untuk mendapatkan Laptop dengan mesin berkualitas plus Windows 10 Pro dan Office 2016.

 

Bisa Melakukan Segalanya

Mentang-mentang karena penggunanya kebanyakan adalah orang-orang Geek maupun Profesional IT, banyak orang menganggap bahwa Mac bisa melakukan segalanya.

Banyak yang berpikir karena “kemampuan super” itulah yang membuat harganya begitu melambung. Oleh karena itulah, mereka membeli Mac tanpa mengetahui apa itu Komputer Mac, apa itu OS X, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Perlukah Melakukan Kalibrasi Baterai?

Alhasil, banyak juga di antara mereka yang pusing saat mengoperasikan Mac. Sebagian ada yang berusaha memahaminya, sebagian lagi menjualnya dengan harga yang “jatuh” agar berharap benda tersebut segera pergi dari kehidupannya. Tidak jarang jika kamu mencari di toko-toko Laptop bekas dan menemukan Mac yang cycle countnya masih kurang dari 100 karena jarang dipakai oleh pengguna sebelumnya.

 

Miskin Aplikasi

Ini salah satu mitos yang cukup parah. Jika yang dimaksud adalah jumlah aplikasi Mac belum sebanyak Windows, maka jawabannya adalah benar. Namun bila yang dimaksud adalah jumlah aplikasi di Mac benar-benar sedikit, maka jawabannya salah besar.

Setiap komputer Mac dilengkapi dengan Mac App Store yang berfungsi sebagai tempat para penggunanya untuk mencari aplikasi sesuai kebutuhan mereka. Aplikasi yang ditawarkan di Mac App Store memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah aplikasi di Windows Store. Hal ini dikarenakan kebijakan “SandBox” oleh Apple.

Semua aplikasi yang ada di Mac App Store sangat dibatasi fiturnya, misalnya tidak bisa berkomunikasi dengan aplikasi lain, tidak punya izin mengakses file sistem, dan lain-lain. Itulah sebabnya aplikasi dan program yang membutuhkan izin akses seperti itu tidak dimasukkan ke Mac App Store, namun harus diunduh langsung dari situs web pengembang.

Baca Juga:  WPS Office: Alternatif Aplikasi Microsoft Office Terbaik di iPhone (iOS)

Kamu tidak akan pernah menemukan program-program seperti Microsoft Office 2016 hingga NetBeans dan Android Studio di Mac App Store.

 

Tidak Ada Virus

Ini juga tidak tepat. Lebih tepatnya adalah, para pembuat virus lebih malas untuk membuat virus Mac. Mereka lebih suka membuat virus yang menyerang Windows karena Windows lebih banyak penggunanya, serta cenderung lebih rentan keamanannya.

Jadi, para pembuat virus tidak mau membuang-buang waktu dan tenaga mereka untuk membuat virus yang penggunanya lebih sedikit, serta tingkat keamanannya lebih kuat.

 

Tidak Pernah Bermasalah

Tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan Mac. Mac tetaplah sebuah sistem operasi yang terdiri dari puluhan juta baris kode. Bisa saja Mac mengalami masalah pada program maupun sistem operasinya.

Hanya saja, jika dibandingkan dengan Windows, tingkat error yang dialami Mac lebih sedikit. Mac lebih stabil dari Windows. Mungkin ini adalah efek dari kebijakan Apple yang mendesain dan memproduksi hardware dan software sendiri.

Masih ada beberapa mitos lain seputar Mac yang bisa kamu baca di artikel lanjutan: Inilah Mitos-Mitos Tentang Mac – Part 2